Jamaah haji yang memotret foto tersebut bahkan berani bersumpah bahwa dia sudah memotret sosok tanpa paras di Masjid Nabawi tersebut.
Sontak, foto tersebut mengundang kontroversi. Bagaimana kebenaran foto tadi? Pertanyaan ini diajukan pada KH Abdurrahman Navis.
“Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sehingga bila di Masjid Nabawi terjadi keanehan-keanehan, hal itu mungkin saja. Namun yg perlu ditelusuri merupakan kebenaran berdasarkan orang yg menyampaikan hal itu. Apakah dia jujur dan mengungkapkan benar karena sekarang poly foto editan,” terangnya pada siaran pada Sam FM, yang terbaru.
“Jadi kalau ada sosok yang wajahnya nir kelihatan, itu mungkin saja. Namun yg perlu kita cek, benar nir warta itu. Bahkan ada yg katanya itu waktu dia thawaf melihat orang yg kepalanya misalnya anjing atau kepalanya misalnya fauna. Itu mungkin saja. Semua itu mungkin. Namun yang perlu dicek, benar nggak liputan itu,” lanjutnya.
“Jadi tentang yg pada media umum itu, saya tidak bisa menjelaskan sahih atau tidaknya, lantaran hal itu dibutuhkan buat cek dan recek.” [Ibnu K/Tarbiyah.Net]